Makanan impor dari Jepang

Jumat, 18 Maret 2011
Jakarta - Makanan impor dari Jepang yang masuk ke Indonesia sepekan terakhir ini dikhawatirkan terkena dampak radiasi nuklir. Kementerian Luar Negeri menyerahkan hal tersebut kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Mengenai makanan, ada instansi khusus mengenai bahan makanan impor dari luar
negeri," ujar Jubir Kemlu, Michael Tene dalam pressbriefing di Kemlu, Jl Pejambon,
Jakarta, Jumat (18/3/2011).

Michael menjawab pertanyaan wartawan mengenai peran Kemlu terhadap makanan impor dari Jepang yang masuk ke Indonesia. Michael enggan berkomentar lebih jauh dan mempersilahkan menanyakan hal tersebut kepada pihak yang menangani dalam hal ini BPPOM.

"Kita tidak menangani," imbuh dia.

Sebelumnya, Kepala BPOM Kustantinah mengatakan, pihaknya akan memantau ketat makanan olahan dari Jepang. Makanan olahan dari Jepang itu jumlahnya 3% dari produk pangan yang terdaftar di BPOM. Ada sekitar 1.300 jenis makanan olahan dari Jepang.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menegaskan, tes pada produk laut segar impor Jepang akan dilakukan untuk menghindari ancaman radiasi akibat meledaknya PLTN Fukushima di Jepang. Selain produk laut segar, makanan segar dari Jepang juga akan dites. Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, makanan segar akan dites oleh Badan Karantina Kementerian Pertanian. Read More..

bom buku

Teror bom buku menimbulkan kecemasan warga saat menerima paket barang. Untuk mengantisipasi banyaknya laporan warga soal paket yang mencurigakan, tim Gegana disiagakan di tiap Polres. Read More..